Rabu, 07 Desember 2011

Makam Bung Karno



Makam Bung Karno Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden pertama RI berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar Jawa Timur. Komplek makam seluas 1,8 Hektar Sejak seperempat abad lalu, tepat sewindu setelah Ir Soekarno wafat dan dimakamkan di sana, 21 Juni 1970, kompleks makam dipugar. Dengan pemugaran itu pencitraan Makam Bung Karno sebagai ikon Kota Blitar semakin dikukuhkan. Ikon itulah yang mampu menyedot pengunjung berziarah di sana. Hingga pada tahun 2003 di areal makam di bangun perpustakaan sekaligus mini museum.


 Pintu masuk Makam ini dimulai dari jalanan yang menghubungkan perpustakaan yang berada di sisi selatan komplek makam hingga sampai pada  gapura Agung yang menghadap ke selatan. Kehadiran sarana penunjang ini tentu melengkapi ”keterbukaan” makam presiden pertama RI itu, yang sekarang benar-benar terbuka untuk umum. Artinya, setiap orang yang berziarah ke makam Bung Karno bisa langsung mendekat ke pusara. Kalau toh ada pembatas, bentuknya cuma pagar kayu setinggi lutut yang dipasang secara keliling, berjarak 2,5 meter dari pusara. Pada jam-jam sepi pengunjung, para peziarah diizinkan untuk memasuki pagar ini.Makam Bung Karno Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden pertama RI berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar Jawa Timur. Komplek makam seluas 1,8 Hektar Sejak seperempat abad lalu, tepat sewindu setelah Ir Soekarno wafat dan dimakamkan di sana, 21 Juni 1970, kompleks makam dipugar. Dengan pemugaran itu pencitraan Makam Bung Karno sebagai ikon Kota Blitar semakin dikukuhkan. Ikon itulah yang mampu menyedot pengunjung berziarah di sana. Hingga pada tahun 2003 di areal makam di bangun perpustakaan sekaligus mini museum.


Pintu masuk Makam ini dimulai dari jalanan yang menghubungkan perpustakaan yang berada di sisi selatan komplek makam hingga sampai pada  gapura Agung yang menghadap ke selatan. Kehadiran sarana penunjang ini tentu melengkapi ”keterbukaan” makam presiden pertama RI itu, yang sekarang benar-benar terbuka untuk umum. Artinya, setiap orang yang berziarah ke makam Bung Karno bisa langsung mendekat ke pusara. Kalau toh ada pembatas, bentuknya cuma pagar kayu setinggi lutut yang dipasang secara keliling, berjarak 2,5 meter dari pusara. Pada jam-jam sepi pengunjung, para peziarah diizinkan untuk memasuki pagar ini.

Jumat, 02 Desember 2011

Seni Tradisional

 Kendang khas Blitar



Berbagai macam kendang yang kita jumpai di kawasan Blitar khususnya, juga di berbagai daerah bahkan merambah sampai ke luar negeri.
Kadang kita bertanya" Bagaimana dibuat?












dan Dimana membuatnya?", semua itu pasti terjawab bila anda datang ke Blitar tepatnya di Ds Ngadirejo yang jaraknya -/+ 1 Km arah utara dari Makam Bung Karno. Di sana terdapat bengkel kayu yang selama ini tak pernah kita ketahui keberadaannya, sejak Th 1988 P Yanto yang merupakan pemilik sekaligus perintis kendang khas Blitar atau yang sering menjadi ikon kota Blitar adalah "Kendang Sentul". Proses pembuatan yang di awali dengan pemilihan bahan baku kayu al: mahoni, sawo,mangga, dan lainnya.
Berikut dilanjutkan dengan pemotongan kayu yang disesuaikan dengan ukuran mulai panjang dan diameternya, setelah itu proses yang membutuhkan ketelatenan dan seni semua diserahkan kepada P Sukemi dan P Sinong sebagai tukang bubut. Dalam taraf pembentukan seperti ini harus dikerjakan dengan hati-hati, dikarenakan bahan yang telah dipilih dari awal bisa tidak sesuai keinginan pemesan bilamana proses "bubut" ini gagal.
Pengerjaan berikut yang harus kita lihat adalah finishing yang mana pada proses ini semuanya ditentukan dimulai dari penghalusan , pengecatan bahkan yang bersifat teknispun semuanya ada, dan akan menentukan nilai jual juga seni.
Selama ini P Yanto melayani pesanan tidak hanya konsumen lokal namun dari luar kota al: Malang, Surabaya, Jombang, Bali, adapun pesanan luar negeri masih dari Australia.