Senin, 28 November 2011

TEMPAT WISATA

RAMBUT MONTE

Wisata Rambut Monte terletak di desa Krisik, kecamatan Gandusari, kurang lebih 30 km dari kota Blitar. Dari kota Wlingi ke arah utara menuju krisik melewati perkebunan teh Banaran dengan jalan mulus yang berkelok-kelok disamping kanan dan kiri terhampar kebun teh dan cengkeh. Bila perjalanan diteruskan ke arah utara maka akan sampai di perbatasan wilayah kabupaten Blitar dengan desa Ngantang masuk wilayah kabupaten Malang. Candi ini merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit. Tidak ada literatur lengkap yang mengulas tentang sejarah candi ini. 

Kolam
Candi rambut monte


















Masih dalam areal ini tepatnya di bagian bawah candi terdapat sumber air yang sangat besar dan air nya jernih, sehingga membentuk sebuah telaga. Telaga ini dihuni oleh ratusan ikan langka serta dikeramatkan oleh penduduk setempat.

WISATA KULINER

Blitar selain disebut dengan Kota Patria tetapi Blitar juga sering disebut Kota yang memiliki makanan khas Pecel.Jika teman-teman semua pergi ke Kota Blitar pasti banyak dijumpai warung-warung yang menjual Pecel.Pecel di Kota Blitar terkenal enak loo…(ck.ck.ck promosi).Kalau ngak percya coba lihat aja gambar dibawah ini.


Nasi pecel Blitar merupakan makanan khas dari blitar dengan citarasa yang lezat paduan antara nasi putih, bayam, kacang panjang dan kecambah dengan disiram bumbu pecel khas blitar ditambah tempe, bila pingin yang agak modern sedikit di padu dengan tambahan iwak empal wah pokoknya pasti deh pasti uenak.

Minggu, 27 November 2011

ALOON-ALOON

Blitar Kutho Cilik kang Kawentar

 Blitar kota kecil yang terkenal, minimal pernah baca nama “Blitar” dari buku sejarah yang bercerita tentang PETA sewaktu masih SD, SMP, atau SMA. Blitar adalah kota kecil di Provinsi Jawa Timur. Berada di derah pantai selatan. Jaraknya sekitar 160 KM selatan Kota Surabaya atau 80 KM barat daya kota Malang. Sebelah barat berbatasan dengan Tulung Agung dan utara berbatasan dengan Kediri. Walaupun kota kecil tapi melahirkan banyak tokoh Nasional

 Setiap kota hampir ada namaya alun-alun sebagai pusat kota. Klo di Malang, alun – alun hanya untuk jualan dan cangkrukan saja. Tapi klo di Blitar waktu sore bisa digunakan untuk olah raga, bermain, ngobrol, melamun, etc.